Home / Tips dan Trik / 19 Cara Agar Laptop Tidak Lemot Pada Windows Paling Manjur 100%
Cara Agar Laptop Tidak Lemot

19 Cara Agar Laptop Tidak Lemot Pada Windows Paling Manjur 100%

Cara agar laptop tidak lemot pada OS Windows banyak dicari oleh pengguna lantaran ingin kinerja dari laptop tetap terjaga sehingga performa dari laptop tetap dalam kondisi maksimal. Pada dasarnya, kinerja dari laptop akan semakin menurun seiring waktu penggunaan. Hal tersebut sangatlah wajar terjadi, sebab, lemotnya laptop diakibatkan oleh berbagai macam hal.

Laptop yang menggunakan sistem operasi Windows haruslah dijaga performanya supaya bisa tetap bisa produktif ketika digunakan meskipun memiliki spesifikasi yang pas-pasan. Dengan menerapkan teknik tertentu, maka para pengguna laptop masih mampu untuk mendongkrak kinerja laptop mereka agar mampu bekerja sesuai dengan harapan.

Lalu, apa saja cara yang bisa ditempuh agar laptop tidak lemot saat digunakan? Jika anda sekarang ini sedang menggunakan laptop ber OS Windows, maka anda bisa mencoba mempraktekan cara mengatasi laptop yang lemot baik di Windows XP, Windows 7, Windows 8 sampai dengan Windows 10.

Pada tulisan ini, penulis juga sertakan pembahasan mengenai penyebab laptop lemot. Sebab, dengan mengetahui apa saja penyebab laptop lemot, maka setiap pengguna laptop akan berusaha sebisa mungkin untuk meminimalisir hal-hal yang menyebabkan kinerja laptop menjadi lemot tersebut.

Cara Agar Laptop Tidak Lemot Pada Windows

Berikut ini adalah berbagai macam cara yang bisa dikerjakan agar laptop tidak lemot dan bisa bekerja secara maksimal. Selain itu, penulis juga akan jabarkan beberapa hal yang menyebabkan kinerja laptop mengalami penurunan.

1. Hapus Atau Uninstall Program Aplikasi Yang Tidak Dibutuhkan

Semakin banyak program yang terinstall pada komputer akan membuat ruang harddisk semakin sempit. Termasuk adalah catatan registry yang semakin banyak sehingga akan menjadikan kinerja dari laptop semakin menurun.

Hapuslah program aplikasi yang tidak digunakan atau jarang sekali digunakan, sebab jika dibiarkan hanya akan memenuhi ruang harddisk saja tanpa ada manfaat. Anda bisa memilih program aplikasi yang sudah lebih dari 1 bulan tidak digunakan. Semakin banyak anda menghapus atau uninstall program aplikasi dari laptop akan membuat kinerja dari laptop meningkat.

Menghapus program aplikasi pada laptop tidak boleh langsung menggunakan opsi Delete pada program yang ada di program files. Sebab, jika hal tersebut anda lakukan maka masih akan menyisakan catatan registry Windows yang banyak sehingga pada akhirnya juga akan menjadikan laptop lemot dalam bekerja.

Gunakanlah menu Program and Feature yang ada di Control Panel untuk menghapus atau unistall program aplikasi. Jika anda tertarik untuk menggunakan software pihak ke tiga, anda bisa menggunakan Revo Uninstaller.

add or remove programs pada control panel windows 7

programs and features windows 7

jendela programs and features

Penyebab Program Aplikasi Terlalu Banyak:

Ada sebagian besar pengguna laptop yang selalu penasaran untuk menginstall program aplikasi baru. Terlebih yang memiliki koneksi internet unlimited. Tinggal cari software, lalu donwload dan install. Padahal dengan melakukan kebiasaan tersebut akan dengan cepat membuat laptop menjadi lemot, sebab jumlah program aplikasi dengan cepat meningkat jumlahnya.

Hindarilah untuk menginstall program aplikasi hanya karena rasa penasaran saja. Install lah sesuai dengan kebutuhan. Dengan menerapkan prinsip tersebut, maka kinerja laptop akan tetap terjaga dan ruang harddisk juga akan selalu longgar.

2. Scan Secara Rutin Dengan Antivirus

Virus yang Terlanjur masuk ke dalam sistem pada laptop anda bisa jadi berjalan secara background sehingga menyebabkan sumber daya laptop Habis terkuras. Prosesor yang secara terus-menerus bekerja pada aktivitas tinggi tentunya menimbulkan program aplikasi yang lain menjadi pelan, sebab tidak kebagian sumber daya. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk melakukan scan secara rutin kemungkinan virus yang masuk pada laptop, misalnya satu minggu sekali.

Apabila terdapat virus pada sistem operasi di laptop Anda, maka tentunya lebih cepat untuk diketahui dan anti virus akan dengan mudah menghapusnya. Sangat disarankan untuk menggunakan antivirus ternama dan cukup populer, meskipun gratis. Sekarang ini tentu anda tidak terlalu sulit untuk memperoleh antivirus gratis yang berkualitas. Terlebih, apabila anda memiliki dana tambahan, maka anda bisa menyisihkan dana tersebut untuk membeli lisensi antivirus premium.

Jangan lupa pula untuk selalu mengupdate database antivirus agar mampu mengenali varian virus terbaru. Antivirus di zaman sekarang ini juga sudah memiliki fitur update otomatis database terbaru jika terhubung dengan jaringan internet, sehingga proteksi terhadap laptop akan semakin baik.

Penyebab Masuknya Virus Ke Laptop:

Cukup banyak hal yang menyebabkan virus masuk ke laptop, Misalnya Anda memasukkan flashdisk tanpa melakukan scan dengan antivirus. Flash disk merupakan media penyimpanan removable yang bisa dengan mudah berpindah perangkat sehingga sangat dimungkinkan terinfeksi Virus.

Selain flashdisk, laptop yang secara terus-menerus terkoneksi dengan jaringan internet juga memiliki potensi Terserang virus, apalagi jika laptop tersebut tidak diproteksi dengan antivirus. Jika anda sering mengunjungi halaman website yang tidak jelas keamanannya, maka laptop anda memiliki potensi terkena serangan virus.

3. Hapus Atau Kurangi Jumlah Icon Pada Desktop

Shortcut atau icon yang ada di desktop memang memberikan kemudahan bagi kita untuk memanggil program aplikasi yang hendak dijalankan. Namun sayang, terlalu banyak shortcut pada desktop justru akan memperlambat kinerja laptop itu sendiri. Dengan demikian, sangat disarankan untuk menempatkan shortcut pada desktop laptop untuk program aplikasi yang penting dan sering diakses saja.

Semakin sedikit jumlah icon atau shortcut yang berada pada desktop laptop anda akan semakin meningkatkan performa dari laptop itu sendiri. Terlebih, apabila anda menghapus seluruh icon atau shortcut pada desktop sehingga tampilan dari desktop laptop anda benar-benar bersih. Silahkan rasakan perbedaan pada saat laptop loading ketika masih banyak shortcut di desktop dan ketika shortcut pada desktop dihilangkan.

4. Buka Program Aplikasi Sesuai Dengan Kebutuhan

Laptop memang dirancang untuk bisa bekerja secara multitasking. Namun, meskipun mempunyai kemampuan multitasking yang bagus, Laptop juga memiliki keterbatasan pada sistem RAM. Dengan membuka program aplikasi yang terlalu banyak maka akan membuat kapasitas RAM semakin mengecil dan pada akhirnya habis.

Apabila kapasitas ram sudah habis, maka program aplikasi yang akan dibuka berikutnya disimpan pada virtual memory di hardisk. Tentu, performa dari virtual RAM pada harddisk memiliki kecepatan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan RAM utama. Efek dari kondisi tersebut akan menjadikan program aplikasi semakin melambat pada saat bekerja.

Oleh karena itu, Bukalah program aplikasi secukupnya saja sesuai dengan kebutuhan. Apabila anda telah selesai bekerja dengan menggunakan program aplikasi tertentu, silakan Anda tutup secepatnya. Dengan demikian, maka program aplikasi yang lainnya yang sedang anda gunakan untuk bekerja memperoleh tempat pada RAM sehingga performa dari program aplikasi tersebut tetap terjaga.

Untuk mengetahui kapasitas RAM yang sedang digunakan, Anda bisa melihat pada Task Manager Windows di bagian performance. Pada bagian tersebut ditampilkan grafik penggunaan memori. Apabila grafik memory sudah sangat tinggi, maka Sudah saatnya anda menutup program aplikasi yang sudah tidak Anda gunakan lagi.

Penyebab Pengguna Membuka Program Aplikasi Terlalu Banyak:

Memang, kadangkala guna mengefektifkan dan mengefisiensikan kerja di depan laptop, maka pengguna membuka program aplikasi dengan jumlah yang banyak sekaligus. Hal tersebut bertujuan agar pengguna lebih cepat berpindah ke program aplikasi yang lain jika diperlukan. Namun, siapa sangka bahwa kebiasaan tersebut justru akan menjadikan performa laptop semakin menurun.

5. Gunakan Versi Software Aplikasi Sesuai Dengan Spesifikasi Laptop

Perkembangan versi software dan perkembangan hardware laptop memang begitu cepat. Hanya saja, perkembangan versi software lebih mudah diikuti dibandingkan dengan perkembangan hardware laptop. Sebab, untuk mengikuti perkembangan versi software hanyalah dibutuhkan update saja. Berbeda dengan mengikuti perkembangan hardware laptop dimana kita harus membeli hardware pada laptop yang mengalami perkembangan tersebut.

Pada kondisi tersebut, maka jelas bahwa perkembangan software lah yang akan bisa dengan mudah diikuti. Semakin kesini, versi software akan semakin meningkat dan tentu diikuti dengan meningkatnya spesifikasi hardware laptop yang dibutuhkan. Ketika sebuah software dengan versi tertentu memerlukan spesifikasi laptop yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan spesifikasi laptop yang sedang digunakan, maka hal tersebut akan membuat software tersebut menjadi lemot.

Baca:   Cara Mengetahui Product Key Windows 10 Yang Sudah Terinstall Di PC

Solusi yang bisa diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan software dengan versi lawas dan masih sesuai dengan spesifikasi hardware laptop. Dengan demikian, masih ada keseimbangan antara versi software dengan spesifikasi laptop yang hendak digunakan.

Jika anda ingin selalu menggunakan software dengan versi terbaru dan anda ingin mendapatkan performa yang terbaik pada laptop yang Anda gunakan, maka anda juga harus ikut mengupgrade spesifikasi hardware pada laptop yang digunakan. Namun tentunya hal tersebut membutuhkan dana yang cukup besar.

Penyebab Pengguna Memakai Software Versi Terbaru:

Software-software versi terbaru tentu menawarkan beragam fasilitas dan fitur yang menarik serta memudahkan pengguna di dalam mengoperasikannya. Dengan melihat keuntungan tersebut, tentu tidak ada salahnya setiap pengguna laptop menginginkan software yang digunakannya merupakan software versi terbaru. Dengan menggunakan software versi terbaru, maka banyak pengguna software tertentu menjadi lebih nyaman Di dalam memakai software tersebut.

Hanya saja, jika hardware dari laptop tidak mengikuti, maka imbasnya adalah performa dari laptop akan mengalami penurunan yang cukup drastis. Terlebih, apabila laptop tersebut dipaksakan untuk menggunakan semua software generasi terbaru, maka bisa dipastikan laptop tersebut bisa dengan mudah mengalami Crash atau hang.

6. Hapus Software Aplikasi Yang Diload Pada Saat Startup

Tahukah anda bahwa pada saat Anda menginstal software aplikasi di laptop, ada sejumlah software aplikasi yang menempatkan dirinya ke dalam daftar list Startup yang nantinya akan otomatis dijalankan pada saat komputer dinyalakan. Pada kondisi tersebut, maka proses startup akan sedikit melambat, sebab harus meload software Aplikasi yang sudah masuk kedalam list startup tersebut.

Padahal, hanya ada beberapa software aplikasi yang perlu ditempatkan di bagian list startup Windows di laptop anda. Software aplikasi yang dimaksud adalah antivirus. Selain itu, tidak software aplikasi yang terlalu urgent dimana harus diletakkan pada startup Windows yang nantinya akan dijalankan secara otomatis begitu laptop OS Windows dinyalakan.

Untuk mempercepat proses loading, maka buang saja semua daftar atau list program yang masuk ke dalam bagian startup. Sisakan saja antivirus yang Anda gunakan. Setelah anda menghapus semua software aplikasi dari daftar list startup, silakan Anda simpan konfigurasi dan restart laptop anda.

jendela msconfig windows 7

Penyebab Software Aplikasi Reload Ketika Startup:

Salah satu hal yang menyebabkan software aplikasi dijalankan secara otomatis ketika laptop menyala adalah untuk mempercepat proses membuka software aplikasi tersebut. Bahkan, tanpa campur tangan dari pengguna komputer, software aplikasi yang masuk ke dalam daftar list startup dengan otomatis akan dijalankan dan terbuka Ketika laptop sedang dalam posisi booting. Kondisi tersebut tentu sangat menghemat tenaga serta waktu dari pengguna laptop, sebab tidak perlu klik di sana-sini, software aplikasi yang dimaksud sudah terbuka dan siap digunakan.

7. Gunakan Aplikasi Pembersih Pihak Ke Tiga Seperti CCleaner

Pada dasarnya, sistem operasi Windows mulai dari Windows XP, Windows 7, sampai dengan Windows 10 sudah mengikutsertakan aplikasi Disk Clean Up yang bisa anda gunakan untuk membersihkan file file sampah pada hardisk. Namun, seiring dengan perkembangan software, muncullah CCleaner yang memiliki fitur sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi pengguna laptop bersistem operasi Windows.

Fitur yang dimiliki oleh CCleaner juga tergolong lengkap, yakni membersihkan Dan menghapus seluruh file sampah pada laptop, termasuk adalah catatan registry Windows yang sudah tidak digunakan lagi pada laptop anda. Ketika berbagai macam file sampah sudah berhasil dibersihkan, akan terasa peningkatan performa yang cukup signifikan pada laptop anda.

CCleaner Pada Windows 7

Penyebab Memakai CCleaner:

Meskipun memiliki fungsi dasar yang sama dengan Disk Clean Up, software CCleaner memiliki tambahan fitur yang sangat menarik dan tidak dimiliki pada Disk Clean Up. Salah satu contohnya adalah kemampuan untuk menghapus simpanan registry pada Windows. Kemampuan ini tentu tidak dimiliki oleh fitur Disk Clean Up pada Windows.

Selain kemampuan tersebut, masih sangat banyak kemampuan-kemampuan yang tersimpan pada CCleaner, diantaranya adalah pemilihan secara custom Jenis-jenis media yang Akan dibersihkan pada sejumlah software browser.

8. Utamakan Performa Dibandingkan Tampilan

Tampilan grafis dari laptop yang menggunakan sistem operasi Windows 7 ke atas sangatlah menarik. Tampilan grafis yang menarik tersebut menjadikan setiap penggunanya semakin betah berlama-lama bekerja di depan laptop. Namun siapa sangka bahwa tampilan grafis yang menarik tersebut membuat performa laptop semakin menurun.

Terlebih, jika anda gemar menambahkan tema baru dengan visualisasi yang cukup gemerlap, di mana tema-tema dengan visual efek terlalu banyak bisa dipastikan sangat membebani sumber daya pada laptop. Oleh karena itu, jika anda merasakan performa laptop yang Anda gunakan semakin menurun, Sudah saatnya anda mementingkan performa dibandingkan dengan tampilan.

Anda bisa mengubah tampilan laptop Anda ke mode classic atau model lama yang digunakan pada Windows 98. Model klasik tersebut akan menjadikan laptop bekerja cepat kembali, sebab tenaga yang dimiliki laptop tidak habis digunakan untuk memproses tampilan, namun dialihkan untuk proses yang lainnya.

Untuk mengubah tampilan Aero pada Windows 7 dan versi Windows setelahnya ke mode classic bisa anda kerjakan dengan Klik tombol Start, kemudian Klik Kanan pada menu Computer, lalu pilih menu Properties. Pada jendela sistem yang ditampilkan, Pilihlah menu Advanced System Setting yang berada di sebelah kiri. Tahap selanjutnya, pada jendela system properties, Silakan masuk tab Advanced. Pada jendela Advanced tersebut, silahkan Klik tombol Setting di bagian performance. Tahap terakhir, pada jendela Performance Option, silakan Anda aktifkan opsi Adjust For Best Performance. Akhiri dengan Klik tombol Apply dan OK. Setelah anda mengerjakan langkah tersebut, maka tampilan dari laptop Anda akan berubah ke tampilan klasik.

Penyebab Pengguna Memilih Tampilan Grafis:

Secara default, laptop yang di instal sistem operasi Windows 7 ke atas akan mengaktifkan fitur Aero jika spesifikasi dari VGA mendukung. Seperti yang sudah disampaikan di di atas bahwa tampilan grafis Aero yang dimiliki laptop bersistem operasi Windows 7 ke atas sangatlah menarik dan memanjakan mata, sehingga membuat penggunanya betah berlama-lama di depan laptop.

Tampilan grafis pada Windows 7 ke atas pada dasarnya tidak akan membawa dampak penurunan performa pada laptop terlalu besar apabila spesifikasi dari laptop itu sendiri sudah cukup tinggi. Akan tetapi, jika spesifikasi laptop secara hardware cukup minim, Sudah barang tentu performa atau kinerja dari laptop akan semakin lemot.

9. Gunakan Sistem Operasi Windows Versi Lawas

Penggunaan sistem operasi Windows versi lawas cukuplah bijaksana diterapkan pada laptop yang memiliki spesifikasi hardware cukup minum. Artinya, dengan menggunakan sistem operasi Windows versi lawas, maka kinerja dari laptop akan tetap terjaga. Kita tentunya sudah cukup paham bahwa semakin baru Versi dari sistem operasi Windows akan membutuhkan spesifikasi laptop yang semakin tinggi.

Apabila sistem operasi Windows terbaru dipaksakan dipasang pada laptop dengan hardware yang minim, maka sudah bisa dipastikan kinerja dari laptop tersebut lemot. Sesuaikanlah spesifikasi laptop dengan generasi sistem operasi Windows yang akan digunakan.

Secara umum, jika laptop Anda keluaran sebelum tahun 2000, maka anda bisa menggunakan Windows XP. Sebab, pada tahun itu tentunya hardware yang terpasang pada laptop Belumlah secanggih laptop zaman sekarang. Berbeda dengan laptop zaman sekarang yang rata-rata sudah menggunakan prosesor generasi i3 dengan kapasitas RAM rata-rata 2 GB keatas. Spesifikasi laptop seperti itu tentu cukup ringan digunakan untuk menjalankan Windows 7.

Bahkan, apabila laptop anda memiliki prosesor generasi i5 dengan kapasitas RAM di atas 4 GB, maka anda bisa menggunakan Windows 10. Intinya, dengan menggunakan sistem operasi yang disesuaikan dengan spesifikasi hardware laptop maka akan menjadikan kinerja dari laptop tetap terjaga dan tentunya tidak lemot.

Penyebab Penggunaan Sistem Operasi Windows Versi Baru Pada Laptop:

Memang benar, sistem operasi Windows generasi terbaru mengusung banyak sekali fitur sehingga cukup memanjakan para penggunanya. Selain itu, Sisi keamanan dari Windows versi terbaru juga selalu mengalami peningkatan, sehingga setiap pengguna laptop sudah tidak perlu khawatir lagi dengan celah-celah yang bisa disusupi oleh para perusak.

Baca:   Cara Memblok Web Notifications atau Notifikasi Web pada Firefox

Akan tetapi, dibalik kelebihan dan fitur canggih yang ditawarkan oleh Windows generasi terbaru harus dibayar mahal dengan spesifikasi laptop yang cukup tinggi pula. Apabila anda tidak mampu untuk menyediakan laptop dengan hardware mutakhir, maka cukup bijak apabila anda menggunakan sistem operasi Windows pada versi yang tidak terlalu Baru.

10. Gunakan Windows Dengan Sistem Tipe 32 Bit Pada Laptop Dengan Hardware Minim Dan 64 Bit Pada Laptop Dengan Hardware Tinggi

Masih berkaitan dengan pemilihan sistem operasi Windows, yakni pada sistem tipe 32 bit atau 64-bit. Kita harus menyesuaikan sistem tipe Windows dengan spesifikasi laptop yang digunakan. Kuncinya, apabila anda memiliki laptop versi lawas, maka system type 32 bit adalah pilihannya.

Contoh dari laptop yang masuk ke dalam kriteria lawas adalah menggunakan prosesor generasi Core 2 Duo atau generasi sebelumnya. Selain itu, kapasitas yang dimiliki oleh laptop tersebut juga masih minim, yakni di bawah 4 GB. Sementara itu, jika laptop anda memiliki spesifikasi hardware cukup baru, Misalnya menggunakan prosesor generasi minimal i3 dengan kapasitas RAM minimal 8 GB, maka sistem tipe yang cocok untuk anda gunakan adalah 64 bit.

Kesalahan di dalam menentukan sistem tipe pada sistem operasi akan sangat mempengaruhi kinerja dari laptop. Misalnya, apabila laptop anda memiliki spesifikasi hardware cukup tinggi, Katakanlah kapasitas RAM 8 GB, jika anda instal Windows 7 32 bit, Maka kapasitas total RAM yang bisa dibaca secara maksimal hanyalah 4 GB. Lantas, Kemanakah 4GB yang lain? RAM 4 GB yang lainnya tidaklah bisa terdeteksi oleh Windows 7 32 bit. Agar seluruh kapasitas RAM bisa terbaca dengan baik, maka gunakanlah Windows 7 64 bit.

Demikian pula penggunaan Windows 7 64 bit pada laptop yang memiliki spesifikasi cukup rendah, Katakanlah laptop dengan prosesor Intel Core 2 dengan kapasitas ram 1 GB. Dengan spesifikasi tersebut, jika anda memaksa untuk menginstal Windows 7 64 bit, maka akan menyebabkan sumber daya hardware pada laptop terlalu berat sehingga pada akhirnya kinerja dari laptop menjadi pelan. Windows 7 64 bit dan versi Windows yang lainnya yang menggunakan sistem type 64 bit membutuhkan sumber daya cukup besar dari sisi hardware laptop.

11. Matikan Sistem Restore Pada Windows

System restore memang sangat membantu para pengguna laptop untuk mengembalikan settingan pada Windows jika mengalami permasalahan yang cukup fatal. Misalnya, Setelah anda melakukan perubahan setting pada Windows, ternyata Windows tidak mampu bekerja secara normaldan anda tidak mampu mengembalikannya. System restore bisa diandalkan untuk mengembalikan settingan pada beberapa waktu sebelumnya di saat kondisi Windows masih baik.

Hanya saja, system restore pada Windows akan memakan cukup banyak ruang harddisk sehingga semakin banyak anda melakukan perubahan konfigurasi pada Windows, termasuk instalasi software aplikasi, akan Menjadikan ruang hardisk pada laptop semakin menipis.

Dengan semakin menipis atau berkurangnya kapasitas hardisk pada laptop akan membawa dampak kinerja dari laptop yang semakin Lemot. Oleh karena itu, jika anda tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sering melakukan perubahan konfigurasi serta melakukan instalasi software tambahan pada laptop, lebih baik menonaktifkan system restore yang ada di Windows.

Dengan mematikan atau mendisable system restore pada Windows, setiap kali anda melakukan perubahan apapun tidak akan pernah disimpan. Termasuk ketika anda menginstal berbagai macam software aplikasi pada laptop sistem operasi Windows, maka Perubahan tersebut juga tidak akan tersimpan. Dengan demikian, Maka kapasitas harddisk hanyalah dipakai untuk menyimpan file instalasi software aplikasi saja tanpa menyimpan setting atau konfigurasi pada sistem restore.

Mematikan sistem restore pada windows 7

Penyebab Pengguna Mengaktifkan System Restore:

Seperti yang sudah di singgung di atas bahwa system restore memang sangat ampuh untuk mengembalikan setting Windows ke posisi sebelumnya pada saat melakukan suatu perubahan yang membuat sistem mengalami Crash atau hang. Dengan mengembalikan konfigurasi menggunakan system restore di Windows, maka pengguna tidak perlu repot-repot lagi untuk melakukan instal ulang Windows yang tentunya cukup memakan waktu.

Cukup dengan membuka system restore di Windows, menentukan hari dan jam sistem akan dikembalikan, maka secara otomatis Windows akan mengembalikan setting atau konfigurasi pada hari dan jam di mana pengguna memilihnya. Tentu, fungsi tersebut sangatlah cocok digunakan dan diaktifkan pada laptop yang sering di otak-atik sistem operasinya.

12. Install Ulang Windows Jika Laptop Lemot Terlalu Parah

Jika performa dari laptop anda sudah sangat lemot dan anda sudah tidak mampu lagi mengembalikan sapa memacu kinerja laptop seperti sedia kala, Jalan pamungkas yang bisa diambil adalah dengan instal ulang Windows pada laptop anda. Dengan melakukan instal ulang Windows pada laptop, maka semua data, informasi, software aplikasi dan konfigurasi pada laptop akan dihapus secara total. Dengan demikian, maka pada laptop tersebut akan dipasang Windows yang benar-benar baru.

Ketika laptop diinstal dengan Windows yang baru, software aplikasi yang baru, maka tentunya akan lebih fresh dan lebih cepat. Di dalamnya tidak terlalu banyak sampah-sampah file yang menumpuk Yang merupakan penyebab dari kinerja laptop semakin menurun.

Instal ulang pada Windows juga tentunya harus dilakukan secara sempurna, maksudnya adalah setelah selesai melakukan instal ulang Windows, software driver untuk masing-masing hardware laptop juga harus diinstal. Tanpa menginstal driver untuk hardware laptop maka akan menjadikan kinerja dari hardware yang bersangkutan terganggu sehingga pada akhirnya membuat performa laptop tetap saja tidak maksimal.

Untuk Anda yang belum begitu memahami Bagaimana cara instal ulang Windows 7 atau cara instal ulang Windows 10 di laptop, pada artikel yang lalu penulis telah membahasnya. Anda bisa membaca ulasan tersebut.

13. Lakukan Scan Disk Secara Berkala

Bisa dikatakan, hardisk merupakan komponen yang paling sering diakses ketika laptop dinyalakan. Sudah barang tentu, aktivitas baca dan tulis ke laptop mengalami permasalahan. Apabila hardisk pada laptop bermasalah, maka secara langsung akan mempengaruhi performa dari laptop. Misalnya, file pada hardisk laptop susah dibaca, sehingga laptop akan menjadi sangat lambat di dalam bekerja.

Untuk mengatasi beragam permasalahan pada hardisk laptop, Windows sudah menyediakan sebuah tool yang namanya scan disk. Scan disk pada Windows memiliki fungsi untuk melakukan scanning dan pengecekan berbagai macam permasalahan yang ada di hardisk. Apabila permasalahan pada hardisk tergolong ringan, biasanya Windows mampu untuk memperbaiki nya secara otomatis. Misalnya adalah permasalahan crosslink pada file.

Namun, jika permasalahan pada harddisk sudah cukup berat, misalnya bad sector, maka Windows tidak akan mampu untuk memperbaiki nya secara otomatis, Namun mampu memberikan informasi ke pengguna laptop bahwa hardisk sudah mengalami kerusakan secara fisik sehingga pengguna bisa mempersiapkan hardisk baru sebagai penggantinya.

Scan disk bisa dilakukan secara berkala, misalnya 1 bulan sekali. Dengan rutin melakukan scan disk pada hardisk laptop, maka akan menjadikan kesehatan hardisk tetap terjaga dan sebagai salah satu antisipasi apabila hardisk mengalami kerusakan secara fisik.

Scan disk pada Windows 7 bisa diakses dengan cara Klik Kanan Drive yang akan di scan, kemudian pilih menu Properties, lalu masuk ke Tools, lalu Klik tombol Check Now pada bagian Error Checking.

scan disk pada windows 7

14. Lakukan Defrag Harddisk

Tahukah anda bahwa setiap kali anda menyimpan file, mengcopy file, ataupun menyalin file ke dalam hardisk akan disimpan secara acak atau diletakkan pada sektor-sektor yang tidak beraturan pada hardisk? Sistem operasi Windows akan meletakkan semua berkas digital Anda pada tempat yang kosong di hardisk secara sembarangan.

Tentu, jika di logika penempatan file yang dilakukan secara sembarangan akan menyulitkan dan memperlama proses pencarian jika dibutuhkan. Hal tersebut tentu juga berlaku pada laptop sistem operasi Windows. File di dalam laptop Anda yang tidak pernah ditata pastinya akan lebih lama dicari, sebab Windows akan menyisir sektor demi sektor pada hardisk untuk menemukan file yang anda cari tersebut.

Untuk itu, guna mempermudah sistem operasi Windows di dalam mencari file Anda di dalam harddisk, sangat disarankan untuk menata file-file tersebut. Fitur yang bisa anda gunakan untuk menata file di dalam harddisk adalah defrag hardisk. Dengan memanfaatkan tool yang bernama the break harddisk tersebut, maka file-file yang ada di dalam hardisk anda akan ditata sedemikian rupa sehingga nantinya mempermudah Windows di dalam mencari file yang dibutuhkan. Termasuk beragam file yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu program aplikasi.

Baca:   Tips Mengatasi Google Play Store Force Close

Fitur defrag hardisk pada Windows 7 bisa anda akses lewat Menu All Programs –> Accessories –> System Tools –> Disk Defragmenter. Pada menu jendela disk defragmenter yang ditampilkan, silakan Pilih dan defarg satu persatu drive atau partisi yang ada. Sangat disarankan, pada saat anda melakukan defrag pada hardisk, biarkan kondisi laptop dalam keadaan tidak digunakan atau idle, tujuannya agar proses penataan seluruh file yang ada di hardisk laptop berjalan secara sempurna.

disk defragmenter Windows 7

Jika anda ingin menggunakan software aplikasi pihak ketiga, tersedia software untuk defrag hardisk yang cukup powerfull dan cukup terkenal, yakni defraggler. Sama seperti disk defragmenter pada Windows 7, defraggler juga memiliki fungsi untuk mendefrag hardisk sekaligus beberapa fitur tambahan lainnya, misalnya adalah fitur untuk mengetahui suhu hardisk, kesehatan hardisk, putaran harddisk dan beberapa informasi yang lainnya.

15. Tambah Kapasitas RAM

Sebelum suatu program aplikasi dijalankan, maka seluruh file yang dibutuhkan untuk menjalankan program aplikasi tersebut ditampung pada RAM. Tentunya, semakin besar kapasitas dari RAM akan mampu menampung semakin banyak program aplikasi yang hendak dibuka. Hanya sayangnya sampai dengan sekarang ini kapasitas dari RAM komputer masih terbatas.

Besaran dari kapasitas RAM tidak seimbang dengan besarnya file-file program aplikasi sekarang ini. Padahal, semakin besar kapasitas dari RAM akan membuat aktivitas multitasking pada laptop Anda semakin ringan. Apabila laptop anda sekarang ini masih menggunakan RAM dengan kapasitas 2 GB kebawah, alangkah baiknya mengupgrade atau menambah kapasitas RAM agar lebih besar.

Semakin besar kapasitas RAM pada laptop, maka jumlah program aplikasi yang bisa anda buka dalam satu kali waktu semakin banyak tanpa mengurangi performa dari laptop secara keseluruhan. Ketika anda menambah kapasitas RAM, secara otomatis Anda mencegah Windows untuk membuat virtual memory sebelum kapasitas RAM habis.

Hanya saja, mengupgrade atau menambah kapasitas dari RAM membutuhkan biaya cukup besar. Hal tersebut disebabkan harga ram untuk saat ini masih cukup mahal. Namun tentunya biaya yang anda keluarkan untuk menambah kapasitas ram sesuai dengan hasil yang bisa didapat, yakni performa laptop di dalam menjalankan multitasking semakin cepat dan lancar.

16. Ganti Media Penyimpanan tipe HDD menjadi Tipe SSD

HDD atau harddisk drive merupakan media penyimpanan yang sudah populer dari jaman dahulu. Hanya saja, karena media penyimpanan pada HDD masing menggunakan disk maka akan menyebabkan kecepatan baca tidak terlalu cepat, bahkan cenderung lambat. Lambatnya pembacaan pada HDD dipengaruhi oleh kecepatan putaran dari HDD itu sendiri.

Semakin cepat kecepatan putar dari HDD akan semakin cepat pula proses pembacaanya. Namun, sampai dengan sekarang, kecepatan maksimal putaran harddik hanya pada angka 15.000 Rpm saja, dan kecepatan itupun hanya dimiliki oleh HDD khusus komputer server yang harganya tidak murah.

Untuk mengatasi permasalahan diatas, sekarang ini sudah ada teknologi penyimpanan dengan nama SSD atau Solid State Drive, sebuah penyimpanan mirip flashdisk namun diperankan sebagai harddisk. Tentunya, media SSD bukanlah media yang mengandalkan disk yang berputar, sehingga kecepatan baca dan tulisnya lebih konstan dan lebih cepat.

Efek dari penggunaan SSD adalah kinerja dari laptop akan semakin meningkat, misalnya pada sisi kecepatan booting yang lebih cepat, membuka program yang lebih cepat sampai dengan aktifitas copy paste file juga bisa berjalan lebih cepat.

Namun, perlu diketahui bahwa harga antara HDD dengan SSD masih terpaut cukup jauh. Sebagai gambaran saja, harga HDD 1 TB sekarang ini berkisar Rp. 700.000, sementara itu harga SSD dengan kapasitas 1 TB mencapai Rp. 2.800.000. Sebuah media penyimpanan dengan selisih harga sangat besar.

17. Gunakan Coolingpad

Panas didalam laptop adalah sumber permasalahan pada sejumlah bagian, hingga pada akhirnya akan membawa dampak kinerja laptop akan semakin lemot. Untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menurunkan suhu didalam laptop itu sendiri.

Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menggunakan coolingpad. Tugas dari coolingpad adalah membantu didalam memperlancar sirkulasi udara sehingga aliran udara dingin lebih mudah masuk dan udara panas lebih mudah keluar. Dengan konsep seperti itu, maka suhu didalam laptop akan tetap terjaga dalam kondisi dingin.

Secara umum, bentuk coolingpad adalah tatakan yang berguna untuk meletakan laptop diatasnya. Pada tatakan tersebut terdapat beberapa kipas yang siap mengembuskan angin dingin kearah bagian bawah laptop untuk membuang suhu panas didalam laptop.

Sementara itu, coolingpad jaman sekarang ada yang mengalami perubahan bentuk. Ada coolingpad dengan bentuk spesial dan diletakan pada bagian sirkulasi pembuangan hawa panas laptop. Tugasnya adalah menarik udara panas dibagian dalam laptop. Tujuannya agar udara didalam laptop bisa dengan cepat diganti dengan udara yang dingin yang diambil dari bagian bawah laptop lewat lubang sirkulasi.

18. Gunakan Pasta Prosesor Atau Thermal Paste

Fungsi dari pasta atau thermal paste pada prosesor adalah untuk membantu mempercepat proses transfer panas dari prosesor ke heatsink. Dengan aliran panas yang lancar dan prosesor ke heatsink akan menjadikan prosesor tetap dingin dan bisa terhindar dari kondisi overheat.

Lakukan pengecekan secara berkala kondisi pasta prosesor laptop. Ada kemungkinan, dalam periode waktu tertentu pasta prosesor akan mengering. Pasta prosesor yang mengering tentu akan menyebabkan transfer panas terganggu dan pada akhirnya akan menyebabkan proses overheat.

Kondisi pasta prosesor yang bagus adalah dalam kondisi basah pekat, bukan kering. Jika sudah mengering, silahkan bersihkan pasta dari permukaan prosesor dan permukaan heatsink. Selanjutkan gantilah dengan pasta prosesor yang baru dan berkualitas.

Penyebab Pasta Prosesor Mengering:

Laptop yang tidak pernah di cek bagian dalamnya, ada kemungkinan pasta prosesor kering. Hal tersebut disebabkan oleh suhu panas dari prosesor itu sendiri. Suhu panas yang dilewatkan pada pasta prosesor dalam kurun waktu yang lama pasti akan menguapkan minyak dari pasta prosesor itu sendiri.

Terlebih jika bagian sirkulasi dari laptop juga banyak terhalang debu, bisa dipastikan pasta prosesor akan lebih cepat mengering karena suhu panas didalam laptop semakin tinggi.

19. Bersihkan Bagian Dalam Pada Laptop

Laptop anda sudah berumur cukup lama? Jika iya, ada kemungkinan bagian dalamnya terdapat cukup tebal debu yang menempel di berbagai macam bagian. Bagian paling parah yang biasanya tertutup debu adalah fan prosesor dan lubang sirkulasi.

Debu yang menempel pada sejumlah bagian laptop akan menghambat proses pembuangan panas. Akibatnya, laptop mengalami overheat. Kondisi laptop yang overheat bisa jadi membuat kinerja laptop mengalami penurunan drastis dan tidak menutup kemungkinan sejumlah bagian laptop mengalami kerusakan.

Solusi paling baik yang bisa diambil adalah dengan membersihkan bagian dalam laptop. Untuk membersihkan bagian dalam laptop, anda harus membongkar laptop tersebut. Pekerjaan ini bukanlah pekerjaan mudah, namun dengan berbekal ketelitian dan kehati-hatian, anda tentu bisa mengerjakannya sendiri tanpa harus membawanya ke teknisi. Namun, jika anda ragu dan takut dengan kemampuan anda, lebih baik membawa laptop ke ahlinya.

Gunakan kuas halus dan blower untuk membersihkan debu-debu yang menempel. Jika perlu, anda juga bisa menggunakan cairan pembersih untuk membantu menghilangkan debu-debu yang membandel. Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai merusak bagian dari laptop itu sendiri.

19 cara agar laptop bekerja lebih cepat dan tidak lemot lagi yang sudah penulis bahas diatas benar-benar bisa memacu kinerja laptop agar bisa bekerja secara maksimal. Sebab, langkah-langkah diatas merupakan panduan tweaking yang dilakukan dari sisi hardware dan software laptop sehingga bisa dipastikan memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Akhir kata, semoga laptop Anda bisa bekerja lebih cepat dan tidak lambat lagi.

About Admin

Penulis memiliki kesibukan mengajar di salah satu SMK mengampu mata pelajaran Produktif Teknik Komputer Jaringan, Multimedia dan Rekayasa Perangkat Lunak. Disela-sela kesibukan mengajar, penulis juga bekerja sebagai teknisi komputer sebagai usaha sampingan. Untuk mengisi waktu luang, penulis juga menekuni usaha Desain Grafis dan Programming

Check Also

Tutorial Mengaktifkan Mode Picture-in-Picture pada Google Chrome

Tutorial Mengaktifkan Mode Picture-in-Picture pada Google Chrome

Software browser Google Chrome mempunyai picture in picture mode yang berfungsi bagi anda untuk menjadikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *